Anda memasuki kawasan bebas rokok. Silakan mematikan rokok Anda, sebelum rokok mematikan Anda dan orang-orang di sekitar Anda! Terima Kasih Atas Kunjungan Anda! Pojok Asap: Mei 2010

Minggu, 23 Mei 2010

14 Cara Alami Berhenti Merokok


Merokok memang seperti candu, sulit sekali untuk menghilangkan kebiasaan merokok walaupun telah tahu akibat buruk yang dibawa rokok bagi anda sebagai penghisapnya ataupun orang sekitar anda. Berikut adalah 14 cara alami untuk membantu anda berhenti merokok.

1. Menghisap Minuman Dingin Melalui Sedotan dan Mengemil.

Menghisap minuman dingin lewat sedotan akan membantu anda menghilangkan kebiasaan menghisap rokok. Penelitian menunjukkan menghisap minuman dingin ini akan memicu pelepasan dopamin yang membuat sensasi nyaman bagi diri sehingga dapat menghilangkan mood negatif anda.

Mengemil juga membantu anda menghilangkan keinginan merokok. Setiap kali keinginan itu timbul, anda dapat mencoba mengemil untuk menahannya. Tentu saja pilihlah cemilan yang sehat dan baik seperti buah-buahan, sereal gandum, oatmeal dll.

2. Buat Daftar Keuntungan dari Berhenti Merokok

Jangan tunda lagi, setiap kali anda merasa keuntungan dari berhenti merokok, BUATLAH LIST-NYA. Setiap kali keinginan merokok itu muncul bacalah list tersebut, dan yakinkanlah diri anda betapa banyaknya keuntungan yang telah anda dapatkan.

3. Sikat gigi lebih sering

Salah satu keuntungan instan berhenti merokok adalah nafas yang segar. Dengan anda sering menggosok gigi, anda akan selalu merasakan sensasi nafas segar dan selamat tinggal bau mulut. Jadi dorongan untuk berhenti merokok semakin membara bukan?

4. Hindari Minum Beralkohol

Alkohol dan rokok bagai setali tiga uang, dengan meminum alkohol maka keinginan untuk merokok semakin membesar. Efek alkohol akan menurunkan bahkan mematikan komitmen anda berhenti merokok.

5. Mencari Area Non-Smoking

Jika keinginan merokok sangat tak tertahankan, pergilah segera ke area non-smoking. Dengan begitu anda jadi tidak bisa merokok, pilihlah tempat yang dapat mengalihkan perhatian anda dari rokok misalnya bioskop, arena permainan dll.

6. Ingatlah Alasan Anda Berhenti Merokok.

Tulislah di kertas alasan kenapa anda berhenti merokok, perbanyak dan pajanglah di tempat yang mudah terlihat seperti pintu kulkas, cermin kamar mandi anda dll. Bila perlu tambahkan foto orang yang anda kasihi di dalamnya, cara ini terbukti mampu membuat anda ingat alasan mengapa anda berhenti merokok.

7. Aktif Setiap Hari.

Aktivitas fisik berguna sebagai pengalih keinginan anda merokok. Ketika tubuh aktif, maka tubuh akan melepas zat kimia alami yang akan membuat mood anda baik dan mengurangi stres anda. Aktivitas ini penting pada minggu-minggu awal saat anda berhenti merokok, anda dapat memulai dari olahraga ringan seperti jalan pagi. Variasikanlah jenis aktivitas fisik yang anda lakukan agar tidak bosan.

8. Penuhi Agenda Anda.

Pada minggu pertama anda memutuskan berhenti merokok, sangat membantu bila anda memenuhi agenda anda dengan berbagai macam kegiatan dan pertemuan baik untuk kerjaan maupun dengan keluarga. Dengan begitu, keinginan anda untuk merokok akan menghilang akibat aktivitas menyenangkan yang akan anda lakukan.

9. Penuhi Mulut Anda dengan Benda Lain.

Bila keinginan merokok itu timbul, maka anda harus memenuhi mulut anda dengan benda lain. Misalnya dengan mengunyah permen karet atau menghisap permen. Pastikan selalu ada benda tersebut di kantong anda, bila takut gemuk, pilihlah yang tanpa gula.

10. Pendukung Setia.

Pilihlah salah satu sahabat anda atau orang yang penting bagi anda sebagai pendukung setia yang akan selalu mendukung dan mengingatkan anda untuk berhenti merokok. Bila perlu mereka adalah mantan perokok yang telah berhenti dengan sukses.

11. Batasi Kafein.

Kafein memang membantu anda “segar” saat harus bangun pagi dan tetap waspada. Tetapi efek samping yang timbul adalah gelisah, tertekan dan stres yang bertambah. Efek ini semakin menghebat bila anda sedang dalam rangka menurunkan nikotin. Jadi batasi penggunaan kafein saat anda sedang memulai berhenti merokok.

12. Waspada Terhadap Emosi Negatif.

Emosi negatif seperti marah, frustasi dan depresi akan membuat anda kembali ingin merokok. Alangkah baiknya bila dalam minggu pertama saat anda berhenti merokok, anda membagi perasaan anda alias “curhat” pada orang yang anda percaya. Dengan begitu emosi negatif dapat teratasi dan perjuangan dapat diteruskan.

13. Hindari Si “Penggoda”.

Walaupun teman dan keluarga seharusnya mendukung keputusan anda, tapi si penggoda tetaplah ada. Hindarilah orang-orang yang dapat menyeret anda kembali ke kebiasaan merokok anda.

14. Bersabar dan Tetap Di Jalur anda.

Bila anda terus berjuang dan dapat bertahan hingga minggu kedua tanpa rokok. Maka anda telah memasuki gerbang bebas nikotin. Tetap teruskan kebiasaan baik anda dan analisa kembali apa yang harus dilakukan lagi agar usaha anda berhasil dan berkelanjutan.

Keinginan tanpa niat hanyalah omong kosong belaka. Jadi tetapkan niat anda dan lakukankanlah langkah-langkah diatas dan ucapkan Selamat tinggal Nikotin.

Sumber : http://www.tanyadokteranda.com/berita/2010/04/14-cara-alami-berhenti-merokok

How to Persuade Others to Stop Smoking?


Sebagai perokok pasif yang memiliki teman-teman yang gemar merokok, tidak ada salahnya mencoba membantu teman-teman Anda dengan menggunakan "Tantangan berhadiah" :
1. Tantang teman Anda yang gemar merokok dan tidak bisa lepas barang sedetik saja. Bila Anda menang, mereka harus menyerahkan rokok dan tidak boleh merokok pada hari tersebut, tetapi sebagai gantinya Anda tetap harus memberi reward pengganti rokok yang disuka oleh teman Anda tersebut.
2. Tantang teman Anda : " Coba sebutkan 10 keuntungan merokok dalam waktu 1 menit ! ". Pada saat Anda bertanya, langsung hitung waktu, dan biarkan teman Anda segera memikirkan jawabannya dengan cepat dan tanpa banyak bertanya. Bila mereka sungguh mencintai rokok, tentunya mereka paham keuntungan merokok bukan?
3. Bila teman Anda sudah berhasil menjawab 1 jawaban, gali jawaban tersebut terlebih dahulu untuk memastikan apa benar itu adalah sebuah keuntungan. Begitu pula dengan jawaban kedua, gali kembali untuk memastikan jawaban. Waktu terus berjalan.
4. Setelah 1 menit, ketika teman Anda tidak berhasil menjawab tantangan Anda. Anda bisa menyatakan bahwa sebenarnya dia berhasil memenuhi tantangan Anda untuk tidak merokok selama 1 menit ketika dia berpikir dan menjawab. Ketika pikiran dan perkataan mereka dialihkan untuk kegiatan yang lain, sebenarnya mereka bisa berhenti memikirkan sebatang rokok.
5. Bantu teman Anda dengan mengalihkan kegiatan merokok ke kegiatan lain yang bermanfaat dan menyenangkan. Ajak teman Anda mengobrol, bermain suatu permainan yang membutuhkan konsentrasi dan gerak kedua tangan, berolahraga, bermain musik dan band, atau hal-hal lain sesuai minat teman Anda tersebut.

(pojok asap team, inspired by cognitive behaviour therapy)

SEFT, Option For Quit Smoking

Sepertinya kabar kali ini bakal menggembirakan bagi perokok berat tapi ingin berhenti merokok. Pasalnya, kini ada teknik ampuh untuk atasi kecanduan merokok dalam waktu singkat. Seperti apakah?

Yaitu dengan terapi yang disebut Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Terapi ini menjadikan pecandu bisa terbebas dari rokok dalam hitungan menit.

Terapi hanya memerlukan sekitar 10-15 menit maka Anda tidak ingin lagi merokok. Begitulah yang dikatakan oleh seorang pria bernama Ahmad Faiz Zainuddin, pembawa teknik SEFT ke Indonesia, di Jakarta.

Ia mengatakan teknik yang diajarkannya diperoleh dari hasil belajar langsung pada Gray Craig, orang Amerika pendiri Emotional Freedom Technicque tersebut.

Yaitu dengan terapis meneping (totok) di 9 titik kunci akupunktur dari 361 titik. Titik tersebut ada di ubun-ubun, pangkal alis, samping mata, bawah mata, bawah hidung, bawah mulut, tulang di dekat tenggorokan (colar bone), di bawah ketiak dan di dada.

Selain meneping, terapis juga sesekali mendekatkan rokok di hidungnya. Lalu menjauhkannya, kemudian dekatkan lagi. Dilakukan terus menerus. Setelah dilakukan beberapa kali, si pecandu rokok diminta untuk merokok. Dampaknya, si perokok merasa tidak enak. Sudah tidak lagi tertarik pada rokok secara permanen.

Menurut pria lulusan psikologi Uniar, di seluruh dunia sudah ada 400.000 ribu orang pecandu rokok terbebas dari kebiasaan merokok dengan terapi SEFT ini.


Sumber : http://spotainment.com/index.php?act=dtl&id=1416

Curious About SEFT? For another article about SEFT , click these links below:
Ketukan Penghapus Candu Rokok
The Science of SEFT




Kamis, 13 Mei 2010

Goresan Pikiran Perokok Pasif

Suatu siang bersama dengan 2 orang saudara saya dan seorang teman baik yang ketiganya adalah laki- laki, kami menghabiskan waktu di sebuah restoran yang memberikan keleluasaaan bagi para perokok untuk merokok. Saya cukup tergelitik dengan pertanyaan Indra—salah seorang saudara saya—mengenai rokok yang baru saja ia hisap. Menurutnya rokok itu kurang “berat”. Sebagai orang awam, saya kurang mengerti maksud dari kata “berat”. Ternyata yang dimaksud adalah kandungan jumlah tar dalam rokok.

Hal itu agak tidak masuk akal bagi saya. Dengan majunya informasi saat ini dan isu- isu penyakit seputar rokok, seseorang seperti Indra saudara saya masih menginginkan sebuah rokok dengan kandungan tar yang lebih tinggi. Mungkin anda para perokok lebih paham mengenai hal ini.

Ketika saya menulis artikel ini, saya sudah mewanti- wanti diri saya sendiri untuk tidak melakukan penghakiman bahwa merokok adalah tindakan yang berbahaya dan buruk. Tidak hanya penghakiman, saya juga tidak bermaksud untuk memberikan informasi yang detail mengenai rokok dan dampaknya. Bukan itu alasan saya menulis artikel ini. Saya hanya ingin membagikan pemikiran saya dan mengajukan beberapa pertanyaan bagi anda sekalian.

Berapa kali dalam sehari anda menghabiskan batang rokok? Dari jawaban beberapa kenalan dan pengamatan saya, terkadang perokok lupa berapa batang yang telah ia hisap. Begitu menyenangkannya mengeluarkan batang rokok dari kotaknya dan memantik api di sudut tembakau. Lantas menghisap asap ke dalam saluran pernafasan dan mengeluarkannya lagi. Saya berpikir, apakah rasanya seperti diving? Ketika kita masuk ke dasar laut dan harus membawa tabung oksigen supaya dapat tetap bernafas?

Jika memang demikian, hingga seperti oksigen, maka rokok berhak untuk disebut hebat. Sebab ternyata asapnya lebih bermakna daripada udara yang murni dan gratis, serta efisien. Hanya tinggal menghirup tanpa harus mengeluarkannya dari kotak dan memantik sesuatu padanya. Ya atau tidak?

Lalu apakah lebih menyenangkan menghabiskan waktu dengan rokok ketika melakukan apapun? Daripada sekedar berbincang dengan seseorang di samping anda? Atau berolahraga? Atau bermain komputer hanya sambil mendengarkan musik dan menyeruput minuman favorit anda? Tanpa ada sesuatu yang menyembul di sela- sela jari anda, dengan aroma khasnya yang lebih suka saya sebut “padat”. Dimana pun saya berada ketika saya dalam perjalanan pulang bersama teman saya, yang mereka lakukan adalah merokok. Akhirnya perbincangan menjadi tidak karuan sebab suaranya tidak dapat saya tangkap dengan jelas, dengan kondisi bibir menggapit rokok. Ditambah lagi asap yang sering mencolong masuk ke dalam area mobil padahal jendela sudah dibuka dengan lebar.

Hal yang sama juga terjadi dengan olahraga. Kakak laki- laki saya lebih memilih untuk mengurung diri di kamarnya dengan tampang kucel, daripada menyisihkan sedikit waktunya untuk sekedar berjalan- jalan keliling kompleks. Lalu membuat dirinya sadar bahwa lingkungan hidupnya jauh lebih besar daripada berbatang- batang rokok yang ia habiskan di dalam kamarnya tanpa mandi.

Semua pertanyaan saya ini pada akhirnya kembali pada pertanyaan yang sama dengan yang selalu orang lain tanyakan. Bagaimana keadaan anda di masa depan? Saya berharap segala bentuk penyakit yang dapat terjadi akibat kandungan zat dalam rokok tidak anda alami. Bukankah hal itu yang memang kita semua inginkan? Tidak terjadi apapun dalam sistem tubuh anda?

Sadarkah anda orang- orang di sekeliling anda bahkan orang yang anda sayangi, yang ingin anda lindungi dapat menjadi korban dari asap “oksigen” dan “teman perjalanan” anda yang kecil mungil tersebut?

Saya, seperti yang telah saya sebutkan berulang- ulang, bukan perokok. Namun saya tidak dapat menyangkal bahwa saya adalah perokok pasif. Orang- orang terdekat saya adalah perokok- perokok yang sangat luar biasa hebat. Dalam sebuah perbincangan, mereka masing- masing dapat menghabiskan setengah kotak rokok. Bayangkan, dalam satu topik perbincangan.

Anda sama seperti saudara- saudara saya, pasti akan pergi keluar ruangan untuk menghabiskan rokok. Anda berpikir kalau itu adalah cara yang adil. Orang lain tidak terganggu dengan asap rokok, dan anda juga dapat memenuhi kebutuhan anda. Tetapi mungkin beberapa dari anda tidak menyadari bahwa beberapa menit yang anda gunakan untuk pergi dan menghisap rokok, berarti mengurangi intensitas berkumpul anda? Kalau saya tidak salah, satu batang rokok berarti 1 menit dari kehidupan. Jumlahkan saja dan kalikan semuanya. Apakah anda melihat angka kemungkinan ‘kebersamaan’ anda menurut standar kesehatan?

Kita semua tidak dilengkapi dengan sistem pemikiran yang dapat meramalkan dengan tepat, hal apa yang dapat terjadi nanti. Saya hanya ingin menyuarakan orang- orang yang barangkali memiliki pikiran yang sama dengan saya. Kami menyadari dan dapat membayangkan betapa sulitnya melepaskan diri dari ikatan rokok. Tetapi kami menyadari hal lain yang jauh lebih bermakna untuk menjadi motivasi anda sekalian. Kehidupan dan waktu.

Apapun yang terjadi pada diri anda, bagi beberapa orang, tidak lepas dari campur tangan Tuhan. Namun kita manusia diberik anugerah kehendak bebas. Anda yang menentukan ingin masuk lebih dalam atau keluar. Ke kanan atau ke kiri. Kehidupan dan waktu anda tidak dikendalikan oleh nikotin ataupun tar. Melainkan oleh pikiran anda secara personal. Saya yakin anda semua menyadari hal ini.

Oleh karena itu, pilih sekarang. Tentukan saat ini. Ambil kesempatan anda untuk menggunakan kehendak pribadi anda. Dan apabila saya dapat memberi anda solusi, pilihlah kehendak dengan tanda quit smoking as soon as possible. Sekeliling anda sangat indah apabila anda melihatnya hanya dengan kedua mata anda, tanpa terhalangi asap rokok.

Reflection and Story Wrote by Pojok Asap Team, Natalia Widi

Minggu, 09 Mei 2010

Dare to risk others life?


Menjadi perokok pasif lebih berbahaya daripada menjadi perokok aktif, dengan tiga kali lipat bahayanya. Sayangi orang di sekitar Anda.

Bila orang sakit akibat perilaku hidup yang kurang sehat, itu adalah suatu hal yang wajar. Tapi bagaimana untuk orang yang sakit, akibat dari perbuatan orang lain? Memang suatu hal yang tidak adil. Demikian yang terjadi bagi orang yang terpaksa harus menghirup asap rokok dari orang-orang sekelilingnya yang merokok.

Menghirup asap rokok orang lain lebih berbahaya dibandingkan menghisap rokok sendiri. Bahkan bahaya yang harus ditanggung perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif.

Penyakit yang dapat diderita perokok pasif ini tidak lebih baik dari perokok aktif. Mereka menjadi mudah menderita kanker, penyakit jantung, paru dan penyakit lainnya yang mematikan. Mereka yang dikelilingi oleh asap rokok akan lebih cepat meninggal dibanding mereka yang hidup dengan udara bersih. Dan angka kematiannya meningkat 15% lebih tinggi.

Dari penelitian terhadap 1.263 pasien kanker paru-paru yang tidak pernah merokok, terlihat bahwa mereka yang menjadi perokok pasif di rumah akan meningkatkan risiko kanker paru-paru hingga 18%. Bila hal ini terjadi dalam waktu yang lama, 30 tahun lebih, risikonya meningkat menjadi 23%. Bila menjadi perokok pasif di lingkungan kerja atau kehidupan sosial, risiko kanker paru-paru akan meningkat menjadi 16% sedang bila berlangsung lama, hingga 20 tahun lebih, akan meningkat lagi risikonya menjadi 27%.

Asap rokok diketahui telah mengandung sekitar 4.000 bahan kimiawi, dimana 60 diantaranya diketahui dapat menyebabkan kanker. Setyo Budiantoro dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan, sebanyak 25 persen zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok, sedangkan 75 persennya beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang di sekelilingnya.

Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap melalui asap rokok perokok aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang dihisap. "Namun konsentrasi racun perokok aktif bisa meningkat jika perokok aktif kembali menghirup asap rokok yang ia hembuskan."

Racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Sebab asap yang dihasilkan berasal dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna.

Berikut sejumlah zat berbahaya yang terkandung di sebuah batang rokok:

Tar
- Dalam tubuh manusia, tar memicu terjadinya iritasi paru-paru dan kanker.
- Dalam tubuh perokok pasif, tar akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.

Nikotin
- Dalam tubuh manusia menimbulkan efek adiksi atau candu yang memicu peningkatan konsumsi.
- Dalam tubuh perokok pasif, nikotin akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.

Karbon Monoksida
- Merupakan gas berbahaya yang dapat menurunkan kadar oksigen dalam tubuh. Pengikatan oksigen oleh karbon monoksida inilah yang kemudian memicu terjadinya penyakit jantung.
- Dalam tubuh perokok pasif, gas berbahaya ini akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.

Bahan kimia berbahaya

- Berupa gas dan zat berbahaya yang jumlahnya mencapai ribuan. Di tubuh manusia, bahan kimia berbahaya ini meningkatkan risiko penyakit kanker.
- Dalam tubuh perokok pasif, bahan kimia berbahaya ini akan terkonsentrasi 50 kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.

Anda boleh bersikap tidak peduli , tapi apakah Anda berniat mempertaruhkan nyawa orang lain terlebih keluarga terdekat Anda yang bergantung pada keputusan Anda ?

Sumber :
http://www.sendokgarpu.com/tips/bahaya-perokok-pasif/424/

Kerusakan demi Kerusakan Akibat Rokok


Anda seorang perokok aktif? Anda yakin telah memahami benar akibat rokok? Anda merasa aman 100% ? Anda yakin dapat berhenti merokok kelak dan tidak akan menjadi pecandu ?
Jika Anda masih bimbang dan masih cukup peduli dengan orang di sekitar Anda, tak ada salahnya membaca artikel berikut.

Setiap kali menghirup asap rokok, entah sengaja atau tidak, berarti juga mengisap lebih dari 4.000 macam racun! Karena itulah, merokok sama dengan memasukkan racun-racun tadi ke dalam rongga mulut dan tentunya paru-paru. Merokok mengganggu kesehatan, kenyataan ini tidak dapat kita mungkiri. Banyak penyakit telah terbukti menjadi akibat buruk merokok, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kebiasaan merokok bukan saja merugikan si perokok, tetapi juga bagi orang di sekitarnya.

Saat ini jumlah perokok, terutama perokok remaja terus bertambah, khususnya di negara-negara berkembang. Keadaan ini merupakan tantangan berat bagi upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Bahkan organisasi kesehatan sedunia (WHO) telah memberikan peringatan bahwa dalam dekade 2020-2030 tembakau akan membunuh 10 juta orang per tahun, 70% di antaranya terjadi di negara-negara berkembang.

Melalui resolusi tahun 1983, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan tanggal 31 Mei sebagai Hari Bebas Tembakau Sedunia setiap tahun.

Bahaya merokok terhadap kesehatan tubuh telah diteliti dan dibuktikan oleh banyak orang. Efek-efek yang merugikan akibat merokok pun sudah diketahui dengan jelas. Banyak penelitian membuktikan bahwa kebiasaan merokok meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit. Seperti penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring, kanker osefagus, bronkhitis, tekanan darah tinggi, impotensi, serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin.

Penelitian terbaru juga menunjukkan adanya bahaya dari secondhand-smoke, yaitu asap rokok yang terhirup oleh orang-orang bukan perokok karena berada di sekitar perokok, atau biasa disebut juga dengan perokok pasif.

ZAT KIMIA

Rokok tentu tidak dapat dipisahkan dari bahan baku pembuatannya, yakni tembakau. Di Indonesia, tembakau ditambah cengkih dan bahan-bahan lain dicampur untuk dibuat rokok kretek. Selain kretek, tembakau juga dapat digunakan sebagai rokok linting, rokok putih, cerutu, rokok pipa, dan tembakau tanpa asap (chewing tobacco atau tembakau kunyah).

Komponen gas asap rokok adalah karbon monoksida, amoniak, asam hidrosianat, nitrogen oksida, dan formaldehid. Partikelnya berupa tar, indol, nikotin, karbarzol, dan kresol. Zat-zat ini beracun, mengiritasi, dan menimbulkan kanker (karsinogen).

NIKOTIN

Zat yang paling sering dibicarakan dan diteliti orang, meracuni saraf tubuh, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi, dan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar nikotin 4-6 mg yang diisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa membuat seseorang ketagihan. Di Amerika Serikat, rokok putih yang beredar di pasaran memiliki kadar 8-10 mg nikotin per batang, sementara di Indonesia berkadar nikotin 17 mg per batang.

TIMAH HITAM (Pb)

Timah hitam yang dihasilkan oleh sebatang rokok sebanyak 0,5 ug. Sebungkus rokok (isi 20 batang) yang habis diisap dalam satu hari akan menghasilkan 10 ug. Sementara ambang batas bahaya timah hitam yang masuk ke dalam tubuh adalah 20 ug per hari. Bisa dibayangkan, bila seorang perokok berat menghisap rata-rata 2 bungkus rokok per hari, berapa banyak zat berbahaya ini masuk ke dalam tubuh!

GAS KARBONMONOKSIDA (CO)

Karbon Monoksida memiliki kecenderungan yang kuat untuk berikatan dengan hemoglobin dalam sel-sel darah merah. Seharusnya, hemoglobin ini berikatan dengan oksigen yang sangat penting untuk pernapasan sel-sel tubuh, tapi karena gas CO lebih kuat daripada oksigen, maka gas CO ini merebut tempatnya “di sisi” hemoglobin. Jadilah, hemoglobin bergandengan dengan gas CO. Kadar gas CO dalam darah bukan perokok kurang dari 1 persen, sementara dalam darah perokok mencapai 4 – 15 persen. Berlipat-lipat!

TAR

Tar adalah kumpulan dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen padat asap rokok, dan bersifat karsinogen. Pada saat rokok dihisap, tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin, akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna cokelat pada permukaan gigi, saluran pernapasan, dan paru-paru. Pengendapan ini bervariasi antara 3-40 mg per batang rokok, sementara kadar tar dalam rokok berkisar 24 – 45 mg.

DAMPAK PARU-PARU

Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran napas dan jaringan paru-paru. Pada saluran napas besar, sel mukosa membesar (hipertrofi) dan kelenjar mucus bertambah banyak (hiperplasia). Pada saluran napas kecil, terjadi radang ringan hingga penyempitan akibat bertambahnya sel dan penumpukan lendir. Pada jaringan paru-paru, terjadi peningkatan jumlah sel radang dan kerusakan alveoli.

Akibat perubahan anatomi saluran napas, pada perokok akan timbul perubahan pada fungsi paru-paru dengan segala macam gejala klinisnya. Hal ini menjadi dasar utama terjadinya penyakit obstruksi paru menahun (PPOM). Dikatakan merokok merupakan penyebab utama timbulnya PPOM, termasuk emfisema paru-paru, bronkitis kronis, dan asma.

Hubungan antara merokok dan kanker paru-paru telah diteliti dalam 4-5 dekade terakhir ini. Didapatkan hubungan erat antara kebiasaan merokok, terutama sigaret, dengan timbulnya kanker paru-paru. Bahkan ada yang secara tegas menyatakan bahwa rokok sebagai penyebab utama terjadinya kanker paru-paru.

Partikel asap rokok, seperti benzopiren, dibenzopiren, dan uretan, dikenal sebagai bahan karsinogen. Juga tar berhubungan dengan risiko terjadinya kanker. Dibandingkan dengan bukan perokok, kemungkinan timbul kanker paru-paru pada perokok mencapai 10-30 kali lebih sering.

DAMPAK TERHADAP JANTUNG

Banyak penelitian telah membuktikan adanya hubungan merokok dengan penyakit jantung koroner (PJK). Dari 11 juta kematian per tahun di negara industri maju, WHO melaporkan lebih dari setengah (6 juta) disebabkan gangguan sirkulasi darah, di mana 2,5 juta adalah penyakit jantung koroner dan 1,5 juta adalah stroke. Survei Depkes RI tahun 1986 dan 1992, mendapatkan peningkatan kematian akibat penyakit jantung dari 9,7 persen (peringkat ketiga) menjadi 16 persen (peringkat pertama).

Merokok menjadi faktor utama penyebab penyakit pembuluh darah jantung tersebut. Bukan hanya menyebabkan penyakit jantung koroner, merokok juga berakibat buruk bagi pembuluh darah otak dan perifer.

Asap yang diembuskan para perokok dapat dibagi atas asap utama (main stream smoke) dan asap samping (side stream smoke). Asap utama merupakan asap tembakau yang dihirup langsung oleh perokok, sedangkan asap samping merupakan asap tembakau yang disebarkan ke udara bebas, yang akan dihirup oleh orang lain atau perokok pasif.

Telah ditemukan 4.000 jenis bahan kimia dalam rokok, dengan 40 jenis di antaranya bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker), di mana bahan racun ini lebih banyak didapatkan pada asap samping, misalnya karbon monoksida (CO) 5 kali lipat lebih banyak ditemukan pada asap samping daripada asap utama, benzopiren 3 kali, dan amoniak 50 kali. Bahan-bahan ini dapat bertahan sampai beberapa jam lamanya dalam ruang setelah rokok berhenti.

Umumnya fokus penelitian ditujukan pada peranan nikotin dan CO. Kedua bahan ini, selain meningkatkan kebutuhan oksigen, juga mengganggu suplai oksigen ke otot jantung (miokard) sehingga merugikan kerja miokard.

Nikotin mengganggu sistem saraf simpatis dengan akibat meningkatnya kebutuhan oksigen miokard. Selain menyebabkan ketagihan merokok, nikotin juga merangsang pelepasan adrenalin, meningkatkan frekuensi denyut jantung, tekanan darah, kebutuhan oksigen jantung, serta menyebabkan gangguan irama jantung. Nikotin juga mengganggu kerja saraf, otak, dan banyak bagian tubuh lainnya. Nikotin mengaktifkan trombosit dengan akibat timbulnya adhesi trombosit (penggumpalan) ke dinding pembuluh darah.

Karbon monoksida menimbulkan desaturasi hemoglobin, menurunkan langsung persediaan oksigen untuk jaringan seluruh tubuh termasuk miokard. CO menggantikan tempat oksigen di hemoglobin, mengganggu pelepasan oksigen, dan mempercepat aterosklerosis (pengapuran/penebalan dinding pembuluh darah). Dengan demikian, CO menurunkan kapasitas latihan fisik, meningkatkan viskositas darah, sehingga mempermudah penggumpalan darah.

Nikotin, CO, dan bahan-bahan lain dalam asap rokok terbukti merusak endotel (dinding dalam pembuluh darah), dan mempermudah timbulnya penggumpalan darah. Di samping itu, asap rokok mempengaruhi profil lemak. Dibandingkan dengan bukan perokok, kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida darah perokok lebih tinggi, sedangkan kolesterol HDL lebih rendah.

PENYAKIT JANTUNG KORONER

Merokok terbukti merupakan faktor risiko terbesar untuk mati mendadak.

Risiko terjadinya penyakit jantung koroner meningkat 2-4 kali pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok. Risiko ini meningkat dengan bertambahnya usia dan jumlah rokok yang diisap. Penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko merokok bekerja sinergis dengan faktor-faktor lain, seperti hipertensi, kadar lemak atau gula darah yang tinggi, terhadap tercetusnya PJK.

Perlu diketahui bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung koroner berkurang dengan 50 persen pada tahun pertama sesudah rokok dihentikan. Akibat penggumpalan (trombosis) dan pengapuran (aterosklerosis) dinding pembuluh darah, merokok jelas akan merusak pembuluh darah perifer.

PPDP yang melibatkan pembuluh darah arteri dan vena di tungkai bawah atau tangan sering ditemukan pada dewasa muda perokok berat, sering akan berakhir dengan amputasi.

PENYAKIT (STROKE)

Penyumbatan pembuluh darah otak yang bersifat mendadak atau stroke banyak dikaitkan dengan merokok. Risiko stroke dan risiko kematian lebih tinggi pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok.

Dalam penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Inggris, didapatkan kebiasaan merokok memperbesar kemungkinan timbulnya AIDS pada pengidap HIV. Pada kelompok perokok, AIDS timbul rata-rata dalam 8,17 bulan, sedangkan pada kelompok bukan perokok timbul setelah 14,5 bulan. Penurunan kekebalan tubuh pada perokok menjadi pencetus lebih mudahnya terkena AIDS sehingga berhenti merokok penting sekali dalam langkah pertahanan melawan AIDS.

Kini makin banyak diteliti dan dilaporkan pengaruh buruk merokok pada ibu hamil, impotensi, menurunnya kekebalan individu, termasuk pada pengidap virus hepatitis, kanker saluran cerna, dan lain-lain. Dari sudut ekonomi kesehatan, dampak penyakit yang timbul akibat merokok jelas akan menambah biaya yang dikeluarkan, baik bagi individu, keluarga, perusahaan, bahkan negara.

Penyakit-penyakit yang timbul akibat merokok mempengaruhi penyediaan tenaga kerja, terutama tenaga terampil atau tenaga eksekutif, dengan kematian mendadak atau kelumpuhan yang timbul jelas menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan. Penurunan produktivitas tenaga kerja menimbulkan penurunan pendapatan perusahaan, juga beban ekonomi yang tidak sedikit bagi individu dan keluarga. Pengeluaran untuk biaya kesehatan meningkat, bagi keluarga, perusahaan, maupun pemerintah.

KEBIASAAN MEROKOK

Sudah seharusnya upaya menghentikan kebiasaan merokok menjadi tugas dan tanggung jawab dari segenap lapisan masyarakat. Usaha penerangan dan penyuluhan, khususnya di kalangan generasi muda, dapat pula dikaitkan dengan usaha penanggulangan bahaya narkotika, usaha kesehatan sekolah, dan penyuluhan kesehatan masyarakat pada umumnya.

Tokoh-tokoh panutan masyarakat, termasuk para pejabat, pemimpin agama, guru, petugas kesehatan, artis, dan olahragawan, sudah sepatutnya menjadi teladan dengan tidak merokok. Perlu pula pembatasan kesempatan merokok di tempat-tempat umum, sekolah, kendaraan umum, dan tempat kerja; pengaturan dan penertiban iklan promosi rokok; memasang peringatan kesehatan pada bungkus rokok dan iklan rokok.

Iklim tidak merokok harus diciptakan. Ini harus dilaksanakan serempak oleh kita semua, yang menginginkan tercapainya negara dan bangsa Indonesia yang sehat dan makmur.

GERBANG NARKOBA

Akibat kronik yang paling gawat dari penggunaan nikotin adalah ketergantungan. Sekali seseorang menjadi perokok, akan sulit mengakhiri kebiasaan itu baik secara fisik maupun psikologis. Merokok menjadi sebuah kebiasaan yang kompulsif, dimulai dengan upacara menyalakan rokok dan menghembuskan asap yang dilakukan berulang-ulang.

Karena sifat adiktifnya (membuat seseorang menjadi ketagihan) rokok dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM IV) dikelompokkan menjadi Nicotine Related Disorders. Sedangkan WHO menggolongkannya sebagai bentuk ketagihan. Proses farmakologis dan perilaku yang menentukan ketagihan tembakau sama dengan proses yang menimbulkan ketagihan pada obat, seperti heroin dan kokain.

Nikotin mempunyai sifat mempengaruhi dopamin otak dengan proses yang sama seperti obat-obatan tersebut. Dalam urutan sifat ketagihan zat psikoaktif, nikotin lebih menimbulkan ketagihan dibanding heroin, kokain, alkohol, kafein dan marijuana. Menurut Flemming, Glyn dan Ershler merokok merupakan tingkatan awal untuk menjadi penyalahguna obat-obatan (drug abuse). Mencoba merokok secara signifikan membuka peluang penggunaan obat-obatan terlarang di masa yang akan datang.

Berdasarkan data epidemiologi diketahui kurang lebih 20% dari perokok memiliki risiko delapan kali menjadi penyalahguna NAPZA, dan berisiko sebelas kali untuk menjadi peminum berat dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok. Perhatian khusus mengenai masalah ini dikaitkan dengan meningkatnya jumlah perokok remaja.

Menangani masalah kebiasaan merokok pada remaja diharapkan dapat mencegah masalah yang akan timbul dikemudian hari berkaitan kebiasaan tersebut, salah satunya adalah pencegahan penyalahgunaan narkoba. Menurut Teddy Hidayat, Spesialis Kedokteran Jiwa, Remaja yang berisiko tinggi adalah remaja-remaja yang memiliki sifat pemuasaan segera, kurang mampu menunda keinginan, merasa kosong dan mudah bosan, mudah cemas, gelisah, dan depresif.

Pemahaman tentang kebiasaan merokok dan kecenderungan sifat kepribadian seseorang akan sangat membantu upaya menghentikan kebiasaan yang merugikan tersebut. Untuk pencegahan kebiasaan merokok pada anak-anak dan remaja. Orang tua serta guru memegang peranan besar untuk mengawasi, memberikan informasi yang benar dan yang terpenting tidak menjadi contoh perilaku individu yang ketagihan kebiasaan merokok.

GANGGU KESEHATAN JIWA

Merokok berkaitan erat dengan disabilitas dan penurunan kualitas hidup. Dalam sebuah penelitian di Jerman sejak tahun 1997-1999 yang melibatkan 4.181 responden, disimpulkan bahwa responden yang memilki ketergantungan nikotin memiliki kualitas hidup yang lebih buruk, dan hampir 50% dari responden perokok memiliki setidaknya satu jenis gangguan kejiwaan. Selain itu diketahui pula bahwa pasien gangguan jiwa cenderung lebih sering menjadi perokok, yaitu pada 50% penderita gangguan jiwa, 70% pasien maniakal yang berobat rawat jalan dan 90% dari pasien-pasien skizrofen yang berobat jalan.

Berdasaran penelitian dari CASA (Columbian University`s National Center On Addiction and Substance Abuse), remaja perokok memiliki risiko dua kali lipat mengalami gejala-gejala depresi dibandingkan remaja yang tidak merokok. Para perokok aktif pun tampaknya lebih sering mengalami serangan panik dari pada mereka yang tidak merokok Banyak penelitian yang membuktikan bahwa merokok dan depresi merupakan suatu hubungan yang saling berkaitan. Depresi menyebabkan seseorang merokok dan para perokok biasanya memiliki gejala-gejala depresi dan kecemasan (ansietas).

Sebagian besar penderita depresi mengaku pernah merokok di dalam hidupnya. Riwayat adanya depresi pun berkaitan dengan ada tidaknya gejala putus obat (withdrawal) terhadap nikotin saat seseorang memutuskan berhenti merokok. Sebanyak 75% penderita depresi yang mencoba berhenti merokok mengalami gejala putus obat tersebut. Hal ini tentunya berkaitan dengan meningkatnya angka kegagalan usaha berhenti merokok dan relaps pada penderita depresi.

Selain itu, gejala putus zat nikotin mirip dengan gejala depresi. Namun, dilaporkan bahwa gejala putus obat yang dialami oleh pasien depresi lebih bersifat gejala fisik misalnya berkurangnya konsentrasi, gangguan tidur, rasa lelah dan peningkatan berat badan).

Nikotin sebagai obat gangguan kejiwaan Merokok sebagai salah satu bentuk terapi untuk gangguan kejiwaan masih menjadi perdebatan yang kontroversial. Gangguan kejiwaan dapat menyebabkan seseorang untuk merokok dan merokok dapat menyebabkan gangguan kejiwaan, walau jumlahnya sangat sedikit, sekitar 70% perokok tidak memiliki gejala gangguan jiwa.

Secara umum merokok dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi, menekan rasa lapar, menekan kecemasan, dan depresi. Dalam beberapa penelitian nikotin terbukti efektif untuk pengobatan depresi. Pada dasarnya nikotin memberikan peluang yang menjanjikan untuk digunakan sebagai obat psikoaktif. Namun nikotin memiliki terapheutic index yang sangat sempit, sehingga rentang antara dosis yang tepat untuk terapi dan dosis yang bersifat toksis sangatlah sempit.

Sehingga dipikirkan suatu bentuk pemberian nikotin tidak dalam bentuk murni tetapi dalam bentuk analognya. Namun, kerangka pemikiran pemberian nikotin sebagai obat tidaklah dalam bentuk kebiasaan merokok. Seperti halnya morfin yang digunakan sebagai obat analgesik kuat (penahan rasa sakit), pemberiannya harus dalam pengawasan dokter. Gawatnya, saat ini nikotin bisa didapatkan dengan bebas dan mudah dalam sebatang rokok, hal ini perlu diwaspadai karena kebiasaan merokok tidak lantas menjadi sebuah pembenaran untuk pengobatan gejala gangguan kejiwaan.

SISTIM REPRODUKSI

Studi tentang rokok dan reproduksi yang dilakukan sepanjang 2 dekade itu berkesimpulan bahwa merokok dapat menyebabkan rusaknya sistim reproduksi seseorang mulai dari masa pubertas sampai usia dewasa

Pada penelitian yang dilakukan Dr. Sinead Jones, direktur The British Medical Assosiation’s Tobacco Control Resource Centre, ditemukan bahwa wanita yang merokok memiliki kemungkinan relatif lebih kecil untuk mendapatkan keturunan.

pria akan mengalami 2 kali resiko terjadi infertil (tidak subur) serta mengalami resiko kerusakan DNA pada sel spermanya. Sedangkan hasil penelitian pada wanita hamil terjadi peningkatan insiden keguguran. Penelitian tersebut mengatakan dari 3000 sampai 5000 kejadian keguguran per tahun di Inggris, berhubungan erat dengan merokok.

120.000 pria di Inggris yang berusia antara 30 sampai50 tahun mengalami impotensi akibat merokok. Lebih buruk lagi, rokok berimplikasi terhadap 1200 kasus kanker rahim per tahunnya.

WANITA MEROKOK, MENOPAUSE DINI

Perempuan yang merokok sangat mungkin untuk mulai memasuki masa menopause sebelum usia 45 tahun dan juga membuat mereka menghadapi resiko osteoporosis dan serangan jantung, demikian laporan beberapa peneliti Norwegia.

“Di antara sebanyak 2.123 perempuan yang berusia 59 sampai 60 tahun, mereka yang saat ini merokok, 59% lebih mungkin mengalami menopause dini dibandingkan dengan perempuan yang tidak merokok,” kata Dr. Thea F. Mikkelsen dari University of Oslo dan rekannya.

Bagi perokok paling berat, resiko menopause dini hampir dua kali lipat. Namun, perempuan yang dulunya merokok, tapi berhenti setidaknya 10 tahun sebelum menopause, pada dasarnya kurang mungkin untuk berhenti menstruasi dibandingkan dengan perokok sebelum usia 45 tahun.

Ada bukti bahwa merokok belakangan dalam kehidupan membuat seorang perempuan lebih mungkin untuk mengalami menopause dini, sedangkan perokok yang berhenti sebelum berusia setengah baya mungkin tak terpengaruh, kata Mikkelsen dan timnya di dalam jurnal Online, BMC Public Health.

Mereka meneliti hubungan lebih lanjut dan menetapkan apakah menjadi perokok pasif juga mungkin mempengaruhi waktu menopause. Para peneliti tersebut mendapati bahwa hampir 10% perempuan memasuki menopause sebelum usia 45 tahun.


Sumber : http://bahayamerokok.com/bahaya-merokok/#more-3

Benny dan Mice : Tentang Rokok



Go On, Smoke! Let it Damage Your Entire Body!



Masihkah Anda ingin mempertaruhkan kesehatan Anda dan orang-orang di sekitar Anda demi sebatang rokok?

Adult Smokers, Bad Heroes for Them